Monday, December 19, 2016

0006-Malaikatkah Dia?

0006-Malaikatkah Dia?

MALAIKATKAH DIA ???

(seperti diceritakan seorang jamaah haji tahun 2009 asal embarkasi solo))


Ada beberapa tempat khusus di Arab Saudi yang dianggap atau diyakini sebagai tempat mustajab untuk dikabulkannya doa doa kita. Di antaranya di Roudoh dalam masjid Nabawi Madinah, di Kabah, di Maqom Ibrahim dan lain-lain.

Hampir setiap jamaah yang datang ke masjid nabawai ingin bisa salat di Roudoh, tempat mustajab dikabulkannya doa kita. Orang ingin bisa salat sunah minimal 2 rakaat dilanjutkan doa doa sesuai keinginnya yang insya alloh akan dikabulkan doa doa tersebut. Namun yang menjadi persoalan adalah sangat sulitnya bisa masuk ke Roudoh (hanya dibuka  setiap usai salat jamaah wajib, itupun dalam jangka atau waktu durasi yang tidak lama).

Begitu hari pertama tiba di Madinah (menjelang isyak) kami lalu salat isyak sedangkan aku dan beberapa teman jamaah lainnya ada yang tidak bisa jamaah isyak, baru bisa ke masjid subuh, karena ikut ngurusi semua kopor jamaah masuk ke hotel. Betapa sejuk dan nyamannya saat pertama kali memasuki masjid nabawi di malam hari........di subuh kami salat di masjid nabawi dan seterusnya selama 8 hari sebelum akhirnya pindah ke mekah.

Hari kedua saya dan 4 teman sekamar pemondokan yang sama melakukan orientasi mencari tahu cara masuk ke roudoh.....dengan susah paya akhirnya bisa masuk tetapi tidak sampai bisa salat karena waktu sudah habis. Lalu hari berikutnya kami ber5  ke roudoh lagi dan bisa masuk roudoh serta salat 2 rakaat...tetapi tidak berasa karena tidak bisa tenang salat...digeser geser orang orang....mau salat susah dan lain lain yang akhirnya waktu habis sehingga kami harus keluar.

Entah hari keempat atau kelima di madinah (aku lupa) setelah salat isyak jamaah di masjid (hotel kami sangat sangat dekat dengan masjid, hanya 50 meter sudah sampai pelataran masjid) kami berlima kembali ke hotel, makan malam lalu tidur semua karena kecapekan setelah sehari aktivitas...... ziaroh (mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Madinah). Sekitar pukul 12.30 an dinihari hari aku terbangun dan sangat kuat doronganku untuk salat lail di masjid......lalu aku keluar hotel ke masjid.... Sampai di dalam masjid aku salat 2 rakaat tahyat masjid....lalu salat 2 rakaat lagi. Setelah itu berdoa dengan khusuk kalau aku ingin sekali bisa salat di Roudoh tetapi tidak mau menyakiti orang lain dalam mencapai tempat itu alias tidak dorong dorong orang lain.

Setelah itu aku akhirnya dengan hati yang tenang hening dan pasrah bisa sampai ke Roudoh dan mendapat tempat untuk salat. Persis saat aku mau salat sunah 2 rakaat......tiba tiba berdiri di depanku seorang perawakan tinggi besar orang Arab dengan jubahnya menjagai aku salat sehingga tidak dilewati orang orang dan tidak diusik orang orang lain. Begitu aku tahu aku dijaga orang lain perawakan arab, saat mulai takbiratul ihrom aku langsung menangis, salat sambil menangis, lalu salam berdoa lama banget......dengan nangis.....sampai aku merasa puas berdoa dan segera beranjak bangun.

Begitu bangun, aku dipeluk oleh orang arab tadi dan kami saling berpelukan dan aku nangis terus. Dia lalu mengucapkan beberapa kalimat dalam bahasa arab yang aku sama sekali tidak tahu maknanya. Hanya satu kata yang aku paham...jannah...jannah.... sedangkan semua kata kata lainnya aku tidak tahu maknanya. Allohu akbar. Setelah cukup lama berpelukan dengan air mata selalu nangis akhirnya pelukan orang tersebut dilepaskan dan dia dengan warna jubah oranye cream .....dia meninggalkan aku sendirian....dia ikut keluar bersama orang orang banyak yang keluar.

Setelah dia pergi....aku seperti tertegun.....dan memperhayikan dia sampai dia lenyap bersama kerumunan banyak orang. Lalu aku terdiam dan keluar dari Roudoh, bertanya dalam hati siapa orang yang membantu aku menjagai aku saat aku salat dan berdoa di Roudoh? Betulkan dia orang arab atau apakah dia malaikat yang menolongku? aku tidak tahu jawabnya. Hanya alloh yang tahu.

Setelah kejadian itu aku simpan sendiri untuk diriku.....mau cerita orang takut diketawain dll. Namun akhirnya aku tidak tahan untuk tidak cerita.....lalu aku cerita ke salah satu kyai pembimbing KBIH tentang kejadian tersebut. lalu sang kyai bilang ya disyukuri saja sudah dibantu orang saat ibadah, insya alloh kalau kita baik dimana saja kita akan mendapat kebaikan dari orang lain, kata kyai. Apa dia orang sungguhan atau dia malaikat? wallahoalam bisowaf, hanya alloh saja yang tahu. Meski aku yakin insya alloh yang menolongku adalah malaikat yang diutus alloh menolongku, mengabukkan doaku ingin salat di roudoh. Allohu akbar. ***

0005-setankah dia?

0005-setankah dia?

SETANKAH DIA???

(( seperti diceritakan oleh salah seorang jamaah asal embarkasi solo musim haji tahun 2009)))


Suatu siang sehabis salat duhur berjamaah di masjidil haram saat musim haji 2009, aku berada di lantai 2 masjidilharam dan memandang ke keurumuman jamaah yang berusaha mencium hajar aswad di sisi kabah. Betapa sulitnya untuk bisa mencium hajar aswat...... tidak banyak orang yang bisa karena para jamaah berdesakan dan cenderung kasar saat berebut mencium hajar aswad. Aku beberapa kali pernah berusaha mencobanya tetapi alloh belum ijinkan sehingga belum bisa juga.

Saat aku menatap arah kabah, tiba tiba di sebelahku ada orang perawakan Indonesia juga mengamati kabah dengan kerumaman banyak orang yang ingin cium hajar aswad. Dalam bahasa Indonesia tiba tiba dia bilang ke aku.....betapa sulitnya cium hajar aswad. Jelas bisa kita lihat sehingga mana mungkin ada orang tua dan kadang yang sulit jalan bisa cium hajar aswad.....orang orang disibakkan oleh orang yang menolongnya dan lain lain. Banyak cerita yang jelas tidak masuk akal karena dilihat saja kelihatan sulit. Itu kata kata orang di sebelahku yang intinya dia tidak percaya banyak cerita bohong tentang orang tua renta bisa cium hajar aswad, orang sulit jalan bisa dengan dibantu malaikat dll dll.

Kemudian aku berpikir kok orang ini berpikirnya begitu, beda dengan aku berpikir. Aku percaya sepenuhnya bila ada orang yang cerita asal dia tidak bohong kalau dimudahkan alloh dalam salat di roudoh madinah dijaga orang arab besar atau seseorang yang dibantu orang lain ((malaikat)) untuk bisa mencium hajar aswad dll dll. Aku percaya itu karena kalau alloh berkehendak maka tidaklah sulit bagi Allloh tuk menolong hambanya.

Lalu aku berpikir jangan jangan orang ini setan yang menyerupai orang indonesia dan berkata seperti itu untuk menguji keimanankau. Aku ingat ceramah kyai kalau di Mekah Madinah ada 3 jenis orang yaitu orang sungguham, malaikat menyerupai orang dan setan menyerupai orang. Sehingga aku tidak jawab apapun saat orang sebelahku bilang seperti itu....tidak percaya dengan keajaiban di Makah Madinah. Akhirnya karena aku tidak merespon maka dia lalu pergi. Alhamdulliah dia pergi. lalu aku istigfar dan yakin kalau alloh berkehendak apapun bisa terjadi....meski tidak masuk akan manusia.****



0004-sumbu pendek

0004-sumbu pendek

SUMBU PENDEK

(Diceritakan oleh salah seorang jemaah haji tahun 2009 asal Embarkasi Solo)


Banyak orang bilang kita musti hati-hati dan selalu berbuat baik pada sesama terutama saat sedang menjalankan ibadah haji karena perbuatan kita di madinah dan mekah biasanya akan dibalas langsung oleh Alloh. Itu kata banyak orang. Menurutku, itu hak alloh kapan dimana akan membalas perbuatan manusia terserah alloh namun insya alloh alloh memang menjaga kota suci islam (mekah madinah) dan di antaranya banyak orang yang merasakan tindakan mereka saat di mekah madinah sangat cepat ditanggapi alloh bahkan saat itu juga.

Ada yang menyebut Mekah meupakan porosnya bumi yang di Kabah kakau ditarik lurus ke atas akan menuju ARSY (singgana Alloh) dan masih banyak pendapat yang intinya mekah merupakan tempat sangat khusus yang diciptakan alloh dan harus dijaga kesuciannya oleh kaum muslim.

Pada suatu hari, setelah sekitar 2 minggu di dalam rangkaian ibadah haji, entah dari mana asalnya aku tba tiba melamun dalam pikiranku....betapa enaknya ya kalau punya istri lebih dari satu.....saaat di haji di mekah di masjidil haram ada cewek cantik dari Turki atau dari negara Arab yang sangat cantik tiba tiba senang ke aku dan minta dinikahi ..... betapa beruntungnya aku. Cewek cantik, muslim taat dll dll. Pikiranku entar kenapa saat itu melihat cewek cewek turki dan arab yang cantik lalu mengembara ke mana mana pikiranku itu. Saat itu menjelang asar kalau aku tidak salah.

Namun apa yang terjadi.......tak lama kemudian ada salah seorang jamaah pria sepertinya dari negara Eropa....dia di sebelahku lalu ngajak ngomong ke aku. Dalam bahasa inggris dia bilang betapa maha besarnya alloh...jutaan orang laki perempuan dengan berbagau warna kulit dan ada yang cantk serta kurang cantik..... tetapi mereka datang ke masjidilharam dengan satu tujuan ibadah....tidak punya pikiran ngeres atau kotor. Haaah, aku langsung tersentak, sepertinya dia cerita biasa tetapi menyentak hatiku karena aku barusa berpikiran ngeres seperti itu. Sehingga ucapan dia sepertinya mengingatkan aku agar tidak pikir macam macam apalgi yang ngeres ngeres. Allohu akbar. Betapa pendeknya sumbu ini. Kenaoa dia bicara tentag itu ke aku, satu dari sekian juta orang mendekatiku dan mengatakan hal itu---hal yang sedang aku pikirkan. Manusiakah dia atau malaikatkah dia? wallahu alam bissowaf. ###

0003-Runtuhnya Kesombongan

0003-Runtuhnya Kesombongan


RUNTUHNYA KESOMBONGAN

(Berikut penuturan salah seorang jemaah haji tahun 2009 asal Embarkasi Solo)


Kedatanganku di Mekah setelah 8 hari di Madinah (gelombang I ibadah haji), aku mulai dengan towaf awal (wajib) lalu mengisi hari-hari menjelang 5 hari penting haji tiba dengan ibadah salat dikir di masjidil haram dan umroh sunah.

Awal datang ke masjidil haram dengan rombongan, oleh pembimbing, kami dikenalkan dengan pintu utama Masjid yaitu Babussalam lalu umroh dan salat di depan Maqom Ibrahim dan sekitarnya. Namun setelah itu kami berangkat sendiri sendiri bebas mau lewat pintu mana saja untuk masuk masjidil haram.

Aku biasanya selalu masuk masjid lewat salah satu pintu yang juga ramai no 44 ( kalau tdk salah) maaf lupa aku namanya. Setelah itu mencari tempat di sekitar masjid dan menaruh sandal (yang sudah aku masukin tas kresek) ke loker kecil yang ada di sekitar tempat tempat salat, lalu dengan hp aku catat no lokernya. Begitu seringnya aku lakukan seperti itu naruh sandal dan mencatatnya di HP no lokernya).

Tetapi hari itu lewat pintu masuk yang sama aku menaruh sepatuku di salah satu loker yang sangat sering aku taruh itu sandal dan aku tulis no lokernya di HP. Tetapi kalaa itu aku sangat yakin kalau aku tidak usah mencatat di nomor HP karena aku ingat posisinya, dengan "sombongnya' dalam hati aku yakin tidak kesulitan mencarinya nanti.

Tetapi Alloh berkehendak lain, begitu salat wajib dan dikir dikir selesai, aku hendak pulang aku menuju tempat loker yang aku yakin aku taruh sandal di situ. Ternyata tidak ada, lalu aku tanya ke sejumlah petugas kebersihan masjid yang mengenakan pakaian khusus warna ungu tentang lokasi nomer loker yang kumaksud.....jawabnya dekat sekitar situ lalu aku cari tidak ketemu....tanya ke petugas kebersihan lain ditunjukin tetapi tidak ada sandalku. Lalu aku inisiatif mencari di semua bagian masjid.....sampai aku mengitari masjid satu putaran tidak ketemu, mengitari lagi dengan mencarinya secara seksama juga tidak ketemu.

Capek sudah aku mencarinya. Dan baru ingat kita dilarang sombong saat di Masjidil Haram (juga di tempat lan tentunya ya), aku sombong dengan ingatanku sehingga tidak mau mencatatnya di HP seperti biasanya aku lakukan. Hanya alloh lah yang boleh sombong, yang  lain tidak boleh (ini kata salah satu ulama di pengajian yang aku ikuti). Lalu aku duduk bersimpuh sujud mohon ampun atas kesombonganku pada alloh, pasrah total dan mohon ampun betul. Dan setelah itu ajaibnya aku mendekat ke loker terdekat dengan aku bersimpuh ternyata sandalku ada di situ. Padahal perasaanku aku sudah beberapa kali melihat tempat itu berulang. Allohu akbar.*** 

Sunday, December 18, 2016

0002-Cincin Ibunda

0002-Cincin Ibunda

CINCIN IBUNDA

Kisah tentang keagungan Alloh, sang Maha Penolong ini dituturkan oleh seorang hamba Alloh yang diberikan kesempatan menunaikan ibadah Haji pada tahun 2009. Berikut kisah nyatanya:


Lewat pemberian atau hadiah dari kedua orang tuaku, aku (salah satu anak laki-laki dari keluargaku) medapat panggilan Alloh ke tanah suci melaksanakan ibadah haji di tahun 2009. Aku berangkat sendirian karena istriku belum mau (tidak tega meninggalkan ibunya yang sudah tua, sedangkan ayah istriku sudah meninggal tahun 2001 lalu). Maka istriku memberi ijin aku berangkat saja dulu berhaji, nantinya kalau sudah kembali lalu menabung dan daftar untuk berdua ke tanah suci.

Alhamdulilah rangkaian ibadah haji gelombang I (Madinah dulu baru Makah) kujalani dengan lancar meski terserang penyakit demam dan batuk selama beberapa hari di Mekah sebelum hari besar haji (inti ibadah haji hanya sekitar 5 hari saja, selebihnya ibadah di Mekah dan Madinah menunggu jadwal penerbangan pulang ketanah air).

Dari semula aku sudah bertekad tidak akan melakukan belanja oleh-oleh untuk dibawa pulang sebelum aku menjalani ibadah haji yang 5 hari itu, sehingga saat tiba di Madinah dan tinggal di hotel dekat sekali dengan Masjid Nabawi (50 meter sudah masuk ke pelataran masjid) aku tidak melakukan belanja apa-apa (oleh-oleh) kecuali beli kebutuhan makan minum. Para jemaah di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) tempat aku ikut (sekitar 125 an jemaah) pada sibuk belanja berbagai oleh-oleh. Seingatku aku hanya membeli sebuah tasbih murah 1 real, alquran yang kusumbangkan ke Masjid Madinah dan sebuah baju panjang laki-laki model Arab yang kurencanakan untuk tetanggaku yang kelihatannya paling alim dilingkungan RT-ku. Dan sebuah kotak kecil kurma nabi, itupun setelah banyak temanku bilang mumpung masih di Madinah masih gampang carinya, kalau sudah di Mekah akan sulit dan mahal.

Ibadah inti haji telah kami jalani dengan nikmat, di malam Arafah kelompok kami kedinginan luar biasa karena tanah tempat tenda kami di Arafah basah semua karena sebelumnya hujan dan sempat tergenang. Lalu dari Arofah, ke Masjidil Haram, lalu Mina dan selesai. Dilanjutkan dengan sekitar 2 minggu nunggu di Mekah. Seperti halnya teman temanku aku baru mulai belanja oleh oleh seperti beli kurma, sajadah, kopyah siwak, kue kue khas Arab dll. Dan aku sepoatkan menghunungi ibuku lewat sms apa oleh oleh yang diinginkan ibuku dari Mekah.

Beliau lalu bilang, sekiranya aku masih ada dana lebih kalau bisa membelikan sebuah cincin emas yang tidak mahal dari Mekah tepatnya di sekitar masjid banyak toko perhiasan emas Arab. Ibuku bilang emas Arab termasuk salah satu emas terbaik di dunia.

Setelah itu hari hari menunggu diisi dengan salat ngaji dll di masjidil Haram. Dan aku jadi bingung bagaimana aku tahu ukuran jari ibuku untuk cincin emasnya tersebut? Bingunglah aku.....setelah dua atau 3 hari kemudian, saat menunggu salat wajib (seringkali sesama jemaah dari seluruh dunia berkomunikasi satu sama lain) aku berkenalan dengan seorang jemaah ternyata dia orang India. Daaan dia memperkenalkan dirinya sebagai pedagang emas di negaranya, sehingga aku jadi kaget lalu cerita kalau aku sedang kebingungan mau membelikan cincin ibuku tetapi tidak tahu ukuran jari ibuku.

Dengan gampang menggunakan bahasa Inggris jemaah laki-laki dari India ini becerita kalau ibuku benar kalau emas Arab sebagai salah satu terbaik di dunia. Dan dirinya memberiku solusi tentang ukuran jari ibuku. Dia menyatakan pakai ukuran jari manisku saja untuk ukuran jari ibuku.....dengan ukuran jari manisku maka insya alloh cincin tersebut nantinya pas untuk ibuku di jari manis dia atau di jari tengah dia, itu katanya.

Lalu di luar masjidil haram ada sejumlah penjual cincin imitasi dn cincin akik plastik yang murah satu real-an, lalu aku bei 2 buah yang pas kupakai di jari manisku. Berbekal cincin imitasi tersebut aku ke toko emas di seberang masjid Haram......setelah tawar menawar akhirnya aku membeli 2 buah cincing (satu untuk ibuku dan satu untuk istriku). Ternyata sepulang haji aku menyerahkan cincin kepada ibuku dan masya alloh cincinnya pas sekali dipakai oleh ibuku (orang India tersebut benar, tidak bohong).

Lalu aku merenung, apakah secara kebetulan dimana pas aku kebingungan mencari ukuran cincin jari ibuku lalu datanglah seorang jemaah dari India penjual emas, satu orang di antaranya hampir 3 juta jemaah. Berarti sangat kebetulan sekali.! Ataukah Allloh mendengarkan doaku saat itu dikala aku kebingungan, Allloh mengirim malaikat tuk datang menemuiku membawa solusi tersebut. Wallahu alam bissowaf. Alloh Maha Besar. Aku tidak tahu...tetapi aku merasa yakin kalau itu pertolongan Alloh semata apakah orang India itu benar benar orang atau dia malaikat itu aku jelas tidak tahu. Tetapi yang pasti alloh mengutusnya dari jutaan orang bertemu dengan aku memberi solusi ini, allohu akbar.

Lalu aku teringat ucapan salah satu kyai di kotaku yang bilang pada ibadah haji di Mekah dan Madinah akan ada 3 jenis orang bersama kita dan juttaan umat manusia dari seluruh penjuru dunia. Yaitu orang sungguhan, malaikat yang diutus menyerupai manusia, dan setan yang juga dalam bentuk manusia. Maka kyai berpesan agar selalu menjaga segala tindakan dan berusaha selalu beramal baik saat berhaji serta setelah haji tentunya.***(seperti diceritakan oleh hamba alloh pada admin website ini, semoga bisa menjadi sarana semakin meningkatkan keimanan kita pada alloh)


0001-haji tanpa ke Baitullah

Haji Tanpa Ke Baitullah
(sumber republika.co.id tgl 17 des 20160

HAJI TANPA KE BAITULLAH


Rabi’ bin Sulaiman al- Muradi rah adalah murid imam Asy-Syafi’i, ia menulis kitabnya Al-umm dab kitab ushul fiqih yang pertama di dunia yaitu risalah al-Jadidah. Rabi’ yang pertama kali menyebarkan mahzhab Asy-Syafi’i.

Pada suatu ketika Rabi’ bin Sulaiman berangkat haji bersama saudara laki-lakinya dan kafilah haji lainnya. Ketika tiba di Kufah, ia pergi ke pasar untuk membeli beberapa keperluan diperjalanan.

Di suatu jalan sepi, ia melihat sosok perempuan yang sangat miskin sedang memotong-motong daging bangkai keledai dan dengan tergesa-gesa perempuan itu memasukan daging bangkai tadi kedalam kantongnya.

Melihat perbuatan tidak lazim itu, Rabi’ mencurigai jangan-jangan daging bangkai itu akan dijual kepada orang lain. Lalu ia bertekad untuk mencegahnya, ia pun mengikuti perempuan tersebut dari belakang dengan sembunyi-sembunyi.

Terus menyusuri jalan sepi, kemudian ke pasar hingga akhirnya perempuan itu pergi ke rumah besar. Perempuan itu mengetuk pintu rumah yang besar itu, dan ada sahutan dari dalam setelah perempuan itu memberitahukan siapa dirinya kemudian keluar 4 gadis membukakan pintu, dengan cepat perempuan itu masuk dan memberikan kantong itu kepada gadis-gadis itu, lalu terdengarlah suara tangisan mereka.*

Rabi’ terus memperhatikan mereka dari jauh. Jelas, tampak mereka sangat kelaparan kemudian Rabi’ mendekat can mencoba mendengar perbincangan mereka dari dalam.

Terdengar samar-samar perempuan  tua berkata “ Ambilah daging ini, dan masaklah untuk makan kalian. Bersyukurlah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha kuasa diatas segalanya dan Dia berkuasa membolak-balikan hati manusia”.

Rabi’ mengintip kedalam, ternyata gadis-gadis itu memotong-motong daging dan memanggangnya. Setelah matang, merekapun mulai memakanyya. Menyaksikan itu Rabi’ merasakan ngilu didalam hatinya dan gelisah tak terkira sehingga ia terpaksa berteriak kepada mereka “ Wahai, hamba-hamba Allah jangan kalian makan daging itu!”

“Hei siapa kamu?” teriak mereka terkejut.

“Aku pendatang dikota ini”jawab Rabi’

Wanita berteriak,“Hai orang asing! Apa yang engkau mau dari kami?. Kami sedang dalam penderitaan yang cukup parah, sudah tiga tahun tidak ada seorang pun yang menolong kami, jadi apa yang kau inginkan dari kami?”.

Rabi’ menjawab, “Dalam agama apapun tidak dibenarkan memakan daging bangkai, kecuali sebagian orang majusi.” *

Wanita menjawab, “Kami masih keturunan Rasulullah saw. Ayah gadis-gadis ini adalah seorang sayid yang mulia."

Dia berencana menikahkan gadis-gadisnya dengan laki-laki yang sederajat. Namun sebelum niatnya terlaksana dia meninggal dunia. Sejak itu harta yang dia tinggalkan untuk kami perlahan habis. "Kamu tahu, bahwa agama kita membolehkan memakan bangkai tapi dalam keadaan terpaksa hal itu dibolehkan, kami sudah empat hari tidak menemukan makanan apapun, sehingga kami sangat kelaparan. Yang ada hanyalah bangkai ini.”

Rabi’ sedih bukan kepalang dan menangis, bergegas pergi meninggalkan mereka. lalu, ia menemui saudaranya yang menemaninya haji. Rabi katakan padanya bahwa ia membatalkan ibadah hajinya.
Tentu saudaranya sangat kaget, dia menyarankan agar Rabi’ meneruskan perjalanan hajinya. Dia merayu Rabi’ dengan menyampaikan keutamaan-keutamaan ibadah haji dan ampunan dosa yang didapat bagi orang yang menunaikan ibadah haji.

Namun Rabi’ hanya diam dan langsung mengambil pakaian ihram serta barang-barangnya meninggalkan rombongan haji, ia langsung menuju ke pasar.

Ia membeli tepung sebanyak dua ratus dirham, pakaian seratus dirham dan beberapa barang lainnya, kemudian membawanya ke rumah wanita tersebut dengan menyisipkan uang selebihnya ke dalam tepung.

Ketika ibu dan para gadis itu menerimanya, mereka langsung memanjatkan syukur kepada Allah.*

Ibu itu berkata kepada Rabi,"Wahai, ibnu Sulaiman, semoga Allah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang, semoga Allah memberimu pahala haji dan surga yang tinggi, Semoga Allah memberikmu ganti yang lebih baik daripada apa yang kau berikan kepada kami dan engkau kelak akan mengetahuinya”.

Gadis pertama berkata, “Semoga Allah memberimu balasan yang lebih banyak daripada apa yang telah engkau berikan kepada kami”.

Gadis kedua berkata, “Semoga Allah memberimu balasan yang lebih banyak daripada yang telah engkau berikan kepada kami”.

Gadis ketiga berkata, “Semoga Allah membangkitkan mu pada hari kiamat bersama kakekku Rasulullah SAW.”

Dan gadis keempat berkata,“Ya Allah, orang yang memberi kami, maka berilah dai sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnta, dan ampunilah dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang”.

Setelah menunaikan semua itu, Rabi’ terpaksa tinggal di Kufah, sedangkan kafilah hajinya tetap meneruskan perjalananya menuju ke Baitullah. Ketika mereka kembali dari haji, Rabi’ menyambut mereka dengan harapan mereka akan mendoakannya degan keberkahan haji mereka.

Ketika pandangan mata Rabi’ melihat jamaah pertama yang tiba, ia merasa sedikit menyesal karena tidak jadi menunaikan haji.ia sedih dan air matanya berlinang, ia menyambut mereka dan berkata, “Semoga Allah menerima hajimu dan memberimu pahala atas semua yang telah engkau belanjakan disana”.*

Salah seorang dari mereka berkata pada Rabi, “Hei apa yang engkau katakan?”

Rabi’ menjawab, “Itu adalah dia harapan dari seorang yang gagal mendapatkan rahmat untuk hadir dirumah-Nya”.

Temannya menjawab lagi “Aneh, siapa yang gagal berhaji? Bagaimana engkau menolak kehadiranmu sendiri disana? Bukankah engkau berkata sama kami ketika di Arafah? Engkau juga bersama-sama kami ketika jumrah?bukankah engkau juga tawaf bersama-sama kami?”

Ia terdiam dan berpikir mungkin ini anugerah dari Allah, ia duduk menunggu disitu, kemudian para haji yang lain tiba. Lalu, ia mendoakan seperti ia mendoakan haji sebelumnya. “Semoga Allah menerima hajimu dan memberimu pahala karean mujahadahmu dan hartamu yang telah digunakan di jalan-Nya.”

Mereka terkejut, mereka menyatakan bahwa Rab’I juga turut hadir bersama mereka di Arafah, di Mina dan tempat lainnya. Mereka sangat terkejut ketika Rabi’ mengingkarinya. Salah seorang dari mereka berkata
“Wahai saudaraku, mengapa engkau mengingkarinya? Apakah maksud dari semua ini? bukankah engkau bersama-sama kami di Mekah dan Madinah? Bahkan ketika di Madinah ketika kita keluar dari Babu Jibril, engkau menitipkan tas kepadaku karena orang berdesak-desakan disekitar kita."

"Nah, sekarang ambillah tas uang mu ini”.

Orang itu menyerahkan sebuah tas hitam dan ditas itu ada tulisan “Siapa yang bermuamalah dengan Kami akan beruntung”.*

Ia berkata, “Demi Allah, aku tidak pernah melihat tas uang ini seumur hidupku”.

Dengan penuh heran dan ragu ia terpaksa menerima tas itu, setelah shalat isya dan menyelesaikan wirid malamnya, ia merebahkan badannya sambil memikirkan kisah yang ganjil itu. ia telah hadir menunaikan haji, padahal ia sendiri tidak berangkat haji.

Sibuk memikirkan keganjilan tersebut, akhirnya ia pun tertidur dan bermimpi bertemu Rasulullah. Ia memberi salam kepada Rasulullah dan mencium tangannya. Dengan senyum yang cerah Rasulullah menjawab salamnya dan bersabda kepadanya,“ Wahai Rabi’, berapa orang saksi lagi yang engkau kehendaki, sehingga engkau percaya bahwa engkau telah menunaikan ibadah haji?. Namun, engkau belum mempercayainya. Dengarkanlah dengan kebaikan hatimu engkau telah membatalkan hajimu dan sebaliknya, biaya hajimu telah engkau berikan kepada wanita dari keturunanku. Maka ketika engkau memberikan perbekalanmu kepada mereka, aku berdoa kepada Allah agar menganugerahkan bagimu pahala yang lebih baik dan lebih menguntungkan sebagai gantinya. Kemudian Allah mengutus seorang malaikat menyerupaimu dan memerintahkannya agar berhaji untukmu setiap tahun, bahkan untuk selama-lamanya di dunia ini. Allah telah memberikan enam ratus uang mas sebagai ganti enam ratus dirham yang telag engkau belanjakan, siapa yang bermuamalah danegan Kami pasti beruntung”

Ketika ia terbangun dari mimpinya, ia langsung membuka tas tersebut dan ternyata di dalamnya ada enam ratus uang emas.  (end)

Selamat Datang

Assalamu Alaikum Wr Wb

Selamat Datang di Blogsite Ceritahajiku.blogspot.com .Media untuk "mengaji" ibadah dan belajar tentang cerita-cerita haji (hal hal yang bisa membawa hal positif).


Banyak kisah atau cerita tentang haji.......silakan kalau anda punya pengalaman haji yang unik (kisah nyata) dialami sendirri  bisa dibagi ke kami.....semoga bisa menjadi cerita nyata yang menginspirasi dan menambah keimanan pembaca, terimakasih.
email sugengi05@yahoo.co.id