Sunday, December 18, 2016

0002-Cincin Ibunda

0002-Cincin Ibunda

CINCIN IBUNDA

Kisah tentang keagungan Alloh, sang Maha Penolong ini dituturkan oleh seorang hamba Alloh yang diberikan kesempatan menunaikan ibadah Haji pada tahun 2009. Berikut kisah nyatanya:


Lewat pemberian atau hadiah dari kedua orang tuaku, aku (salah satu anak laki-laki dari keluargaku) medapat panggilan Alloh ke tanah suci melaksanakan ibadah haji di tahun 2009. Aku berangkat sendirian karena istriku belum mau (tidak tega meninggalkan ibunya yang sudah tua, sedangkan ayah istriku sudah meninggal tahun 2001 lalu). Maka istriku memberi ijin aku berangkat saja dulu berhaji, nantinya kalau sudah kembali lalu menabung dan daftar untuk berdua ke tanah suci.

Alhamdulilah rangkaian ibadah haji gelombang I (Madinah dulu baru Makah) kujalani dengan lancar meski terserang penyakit demam dan batuk selama beberapa hari di Mekah sebelum hari besar haji (inti ibadah haji hanya sekitar 5 hari saja, selebihnya ibadah di Mekah dan Madinah menunggu jadwal penerbangan pulang ketanah air).

Dari semula aku sudah bertekad tidak akan melakukan belanja oleh-oleh untuk dibawa pulang sebelum aku menjalani ibadah haji yang 5 hari itu, sehingga saat tiba di Madinah dan tinggal di hotel dekat sekali dengan Masjid Nabawi (50 meter sudah masuk ke pelataran masjid) aku tidak melakukan belanja apa-apa (oleh-oleh) kecuali beli kebutuhan makan minum. Para jemaah di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) tempat aku ikut (sekitar 125 an jemaah) pada sibuk belanja berbagai oleh-oleh. Seingatku aku hanya membeli sebuah tasbih murah 1 real, alquran yang kusumbangkan ke Masjid Madinah dan sebuah baju panjang laki-laki model Arab yang kurencanakan untuk tetanggaku yang kelihatannya paling alim dilingkungan RT-ku. Dan sebuah kotak kecil kurma nabi, itupun setelah banyak temanku bilang mumpung masih di Madinah masih gampang carinya, kalau sudah di Mekah akan sulit dan mahal.

Ibadah inti haji telah kami jalani dengan nikmat, di malam Arafah kelompok kami kedinginan luar biasa karena tanah tempat tenda kami di Arafah basah semua karena sebelumnya hujan dan sempat tergenang. Lalu dari Arofah, ke Masjidil Haram, lalu Mina dan selesai. Dilanjutkan dengan sekitar 2 minggu nunggu di Mekah. Seperti halnya teman temanku aku baru mulai belanja oleh oleh seperti beli kurma, sajadah, kopyah siwak, kue kue khas Arab dll. Dan aku sepoatkan menghunungi ibuku lewat sms apa oleh oleh yang diinginkan ibuku dari Mekah.

Beliau lalu bilang, sekiranya aku masih ada dana lebih kalau bisa membelikan sebuah cincin emas yang tidak mahal dari Mekah tepatnya di sekitar masjid banyak toko perhiasan emas Arab. Ibuku bilang emas Arab termasuk salah satu emas terbaik di dunia.

Setelah itu hari hari menunggu diisi dengan salat ngaji dll di masjidil Haram. Dan aku jadi bingung bagaimana aku tahu ukuran jari ibuku untuk cincin emasnya tersebut? Bingunglah aku.....setelah dua atau 3 hari kemudian, saat menunggu salat wajib (seringkali sesama jemaah dari seluruh dunia berkomunikasi satu sama lain) aku berkenalan dengan seorang jemaah ternyata dia orang India. Daaan dia memperkenalkan dirinya sebagai pedagang emas di negaranya, sehingga aku jadi kaget lalu cerita kalau aku sedang kebingungan mau membelikan cincin ibuku tetapi tidak tahu ukuran jari ibuku.

Dengan gampang menggunakan bahasa Inggris jemaah laki-laki dari India ini becerita kalau ibuku benar kalau emas Arab sebagai salah satu terbaik di dunia. Dan dirinya memberiku solusi tentang ukuran jari ibuku. Dia menyatakan pakai ukuran jari manisku saja untuk ukuran jari ibuku.....dengan ukuran jari manisku maka insya alloh cincin tersebut nantinya pas untuk ibuku di jari manis dia atau di jari tengah dia, itu katanya.

Lalu di luar masjidil haram ada sejumlah penjual cincin imitasi dn cincin akik plastik yang murah satu real-an, lalu aku bei 2 buah yang pas kupakai di jari manisku. Berbekal cincin imitasi tersebut aku ke toko emas di seberang masjid Haram......setelah tawar menawar akhirnya aku membeli 2 buah cincing (satu untuk ibuku dan satu untuk istriku). Ternyata sepulang haji aku menyerahkan cincin kepada ibuku dan masya alloh cincinnya pas sekali dipakai oleh ibuku (orang India tersebut benar, tidak bohong).

Lalu aku merenung, apakah secara kebetulan dimana pas aku kebingungan mencari ukuran cincin jari ibuku lalu datanglah seorang jemaah dari India penjual emas, satu orang di antaranya hampir 3 juta jemaah. Berarti sangat kebetulan sekali.! Ataukah Allloh mendengarkan doaku saat itu dikala aku kebingungan, Allloh mengirim malaikat tuk datang menemuiku membawa solusi tersebut. Wallahu alam bissowaf. Alloh Maha Besar. Aku tidak tahu...tetapi aku merasa yakin kalau itu pertolongan Alloh semata apakah orang India itu benar benar orang atau dia malaikat itu aku jelas tidak tahu. Tetapi yang pasti alloh mengutusnya dari jutaan orang bertemu dengan aku memberi solusi ini, allohu akbar.

Lalu aku teringat ucapan salah satu kyai di kotaku yang bilang pada ibadah haji di Mekah dan Madinah akan ada 3 jenis orang bersama kita dan juttaan umat manusia dari seluruh penjuru dunia. Yaitu orang sungguhan, malaikat yang diutus menyerupai manusia, dan setan yang juga dalam bentuk manusia. Maka kyai berpesan agar selalu menjaga segala tindakan dan berusaha selalu beramal baik saat berhaji serta setelah haji tentunya.***(seperti diceritakan oleh hamba alloh pada admin website ini, semoga bisa menjadi sarana semakin meningkatkan keimanan kita pada alloh)


No comments:

Post a Comment