RUNTUHNYA KESOMBONGAN
(Berikut penuturan salah seorang jemaah haji tahun 2009 asal Embarkasi Solo)
Kedatanganku di Mekah setelah 8 hari di Madinah (gelombang I ibadah haji), aku mulai dengan towaf awal (wajib) lalu mengisi hari-hari menjelang 5 hari penting haji tiba dengan ibadah salat dikir di masjidil haram dan umroh sunah.
Awal datang ke masjidil haram dengan rombongan, oleh pembimbing, kami dikenalkan dengan pintu utama Masjid yaitu Babussalam lalu umroh dan salat di depan Maqom Ibrahim dan sekitarnya. Namun setelah itu kami berangkat sendiri sendiri bebas mau lewat pintu mana saja untuk masuk masjidil haram.
Aku biasanya selalu masuk masjid lewat salah satu pintu yang juga ramai no 44 ( kalau tdk salah) maaf lupa aku namanya. Setelah itu mencari tempat di sekitar masjid dan menaruh sandal (yang sudah aku masukin tas kresek) ke loker kecil yang ada di sekitar tempat tempat salat, lalu dengan hp aku catat no lokernya. Begitu seringnya aku lakukan seperti itu naruh sandal dan mencatatnya di HP no lokernya).
Tetapi hari itu lewat pintu masuk yang sama aku menaruh sepatuku di salah satu loker yang sangat sering aku taruh itu sandal dan aku tulis no lokernya di HP. Tetapi kalaa itu aku sangat yakin kalau aku tidak usah mencatat di nomor HP karena aku ingat posisinya, dengan "sombongnya' dalam hati aku yakin tidak kesulitan mencarinya nanti.
Tetapi Alloh berkehendak lain, begitu salat wajib dan dikir dikir selesai, aku hendak pulang aku menuju tempat loker yang aku yakin aku taruh sandal di situ. Ternyata tidak ada, lalu aku tanya ke sejumlah petugas kebersihan masjid yang mengenakan pakaian khusus warna ungu tentang lokasi nomer loker yang kumaksud.....jawabnya dekat sekitar situ lalu aku cari tidak ketemu....tanya ke petugas kebersihan lain ditunjukin tetapi tidak ada sandalku. Lalu aku inisiatif mencari di semua bagian masjid.....sampai aku mengitari masjid satu putaran tidak ketemu, mengitari lagi dengan mencarinya secara seksama juga tidak ketemu.
Capek sudah aku mencarinya. Dan baru ingat kita dilarang sombong saat di Masjidil Haram (juga di tempat lan tentunya ya), aku sombong dengan ingatanku sehingga tidak mau mencatatnya di HP seperti biasanya aku lakukan. Hanya alloh lah yang boleh sombong, yang lain tidak boleh (ini kata salah satu ulama di pengajian yang aku ikuti). Lalu aku duduk bersimpuh sujud mohon ampun atas kesombonganku pada alloh, pasrah total dan mohon ampun betul. Dan setelah itu ajaibnya aku mendekat ke loker terdekat dengan aku bersimpuh ternyata sandalku ada di situ. Padahal perasaanku aku sudah beberapa kali melihat tempat itu berulang. Allohu akbar.***
Awal datang ke masjidil haram dengan rombongan, oleh pembimbing, kami dikenalkan dengan pintu utama Masjid yaitu Babussalam lalu umroh dan salat di depan Maqom Ibrahim dan sekitarnya. Namun setelah itu kami berangkat sendiri sendiri bebas mau lewat pintu mana saja untuk masuk masjidil haram.
Aku biasanya selalu masuk masjid lewat salah satu pintu yang juga ramai no 44 ( kalau tdk salah) maaf lupa aku namanya. Setelah itu mencari tempat di sekitar masjid dan menaruh sandal (yang sudah aku masukin tas kresek) ke loker kecil yang ada di sekitar tempat tempat salat, lalu dengan hp aku catat no lokernya. Begitu seringnya aku lakukan seperti itu naruh sandal dan mencatatnya di HP no lokernya).
Tetapi hari itu lewat pintu masuk yang sama aku menaruh sepatuku di salah satu loker yang sangat sering aku taruh itu sandal dan aku tulis no lokernya di HP. Tetapi kalaa itu aku sangat yakin kalau aku tidak usah mencatat di nomor HP karena aku ingat posisinya, dengan "sombongnya' dalam hati aku yakin tidak kesulitan mencarinya nanti.
Tetapi Alloh berkehendak lain, begitu salat wajib dan dikir dikir selesai, aku hendak pulang aku menuju tempat loker yang aku yakin aku taruh sandal di situ. Ternyata tidak ada, lalu aku tanya ke sejumlah petugas kebersihan masjid yang mengenakan pakaian khusus warna ungu tentang lokasi nomer loker yang kumaksud.....jawabnya dekat sekitar situ lalu aku cari tidak ketemu....tanya ke petugas kebersihan lain ditunjukin tetapi tidak ada sandalku. Lalu aku inisiatif mencari di semua bagian masjid.....sampai aku mengitari masjid satu putaran tidak ketemu, mengitari lagi dengan mencarinya secara seksama juga tidak ketemu.
Capek sudah aku mencarinya. Dan baru ingat kita dilarang sombong saat di Masjidil Haram (juga di tempat lan tentunya ya), aku sombong dengan ingatanku sehingga tidak mau mencatatnya di HP seperti biasanya aku lakukan. Hanya alloh lah yang boleh sombong, yang lain tidak boleh (ini kata salah satu ulama di pengajian yang aku ikuti). Lalu aku duduk bersimpuh sujud mohon ampun atas kesombonganku pada alloh, pasrah total dan mohon ampun betul. Dan setelah itu ajaibnya aku mendekat ke loker terdekat dengan aku bersimpuh ternyata sandalku ada di situ. Padahal perasaanku aku sudah beberapa kali melihat tempat itu berulang. Allohu akbar.***
No comments:
Post a Comment